KARIMUN – SMP Swasta Santo Yusup Karimun memulai tahun ajaran baru dengan gebrakan digital. Sekolah resmi menerapkan sistem absensi digital versi terbaru berbasis chip RFID yang terintegrasi langsung dengan WhatsApp orang tua.

Berbeda dengan sistem sebelumnya yang masih menggunakan scan barcode manual, kini siswa cukup menempelkan kartu identitas ke reader. Data kehadiran langsung terekam, tersimpan di database sekolah, dan secara otomatis terkirim sebagai notifikasi ke nomor WhatsApp orang tua/wali.
Para siswa dengan tertib mengantri di meja absensi yang diletakkan di halaman sekolah. Hanya dalam 2-3 detik, proses tap in menggunakan kartu identitas yang dilengkapi foto, NISN, dan chip telah selesai.

Dukung Kedisiplinan dan Transparansi
Kepala SMP Swasta Santo Yusup Karimun Bapak Halri Simarmata, S.Kom., Gr mengatakan, sekolah terus berinovasi untuk membangun sistem yang dihadirkan untuk menjawab 3 hal utama: kedisiplinan, akurasi data, dan keterbukaan informasi.

“Dengan absensi digital berbasis chip ini, kami bisa memantau kehadiran siswa secara real time dan akurat. Yang paling penting, orang tua sekarang langsung mendapat laporan saat anaknya masuk atau pulang sekolah melalui WhatsApp. Ini langkah nyata kami menuju sekolah yang tertib, transparan, dan berbasis teknologi,” ujarnya.
Didukung Penuh Ketua Komite, Bapak Dr. Vandarones Purba, S.T.,S.H., M.H., M.M., C.Med.
Realisasi program ini terwujud berkat dukungan dana dari Komite Sekolah. Pengadaan perangkat reader hingga pencetakan kartu identitas siswa difasilitasi oleh Bapak Vandarones Purba selaku Ketua Komite SMP Swasta Santo Yusup Karimun.
“Kami Komite menilai absensi manual sangat menyibukkan guru piket. Dengan sistem ini, orang tua lebih tenang karena informasi kehadiran anaknya sampai di genggaman. Kami berharap digitalisasi ini bisa meningkatkan mutu pendidikan dan kerja sama sekolah dengan orang tua,” ungkap Bapak Vandarones Purba.
Guru dan siswa pun menyambut positif. Proses yang dulunya 15 menit untuk satu kelas, kini hanya butuh waktu 5 menit. Ke depan, sistem yang sama akan dikembangkan untuk absensi pulang sekolah, izin, hingga presensi kegiatan ekstrakurikuler.
Dengan inovasi ini, SMP Swasta Santo Yusup Karimun menjadi pelopor sekolah swasta di Kabupaten Karimun yang mengintegrasikan absensi sekolah langsung dengan orang tua melalui WhatsApp.












































































