Saya Nimrod Siahaan,S.Ak Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau, menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas meninggalnya Dewi Sartika Sitinjak, 24 tahun, yang meninggal dunia pada Senin, 10 Agustus 2026, setelah sekitar 12 hari menjalani perawatan intensif di ICU RS Awal Bros Botania, Batam.
Apa yang dialami Dewi dan keluarganya bukan sekadar sebuah berita. Di baliknya ada seorang anak, seorang saudara, seorang anggota keluarga, dan seorang manusia muda yang tentu memiliki harapan, cita-cita, serta masa depan.
Karena itu, ketika muncul dugaan adanya kejanggalan dalam proses penanganan medis setelah operasi, saya sangat mendukung agar dugaan tersebut diusut secara tuntas, objektif, transparan, dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kita tidak boleh terburu-buru menyatakan siapa yang salah. Tetapi kita juga tidak boleh membiarkan pertanyaan keluarga Dewi menggantung tanpa jawaban. Keluarga memiliki hak untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Apakah seluruh prosedur medis telah dijalankan sesuai standar? Apakah pemberian obat dan tindakan setelah operasi telah dilakukan dengan tepat? Apakah terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan pasien mengalami perburukan secara tiba-tiba?
Dan apabila memang ditemukan adanya kesalahan atau kelalaian, maka tentu harus ada pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebaliknya, apabila seluruh tindakan medis ternyata telah dilakukan sesuai standar dan tidak ditemukan pelanggaran, maka hasil pemeriksaan yang objektif juga harus disampaikan secara terbuka agar tidak terjadi penghakiman terhadap tenaga kesehatan yang telah menjalankan tugasnya.
Inilah pentingnya proses hukum yang independen dan transparan.
Saya juga menghargai pernyataan pihak manajemen rumah sakit yang menyampaikan bahwa tindakan medis telah diberikan sesuai prosedur dan bahwa keselamatan pasien merupakan prioritas utama.
Justru karena keselamatan pasien adalah prioritas utama, maka kasus ini harus menjadi momentum untuk melihat persoalan yang lebih besar.
Bukan hanya tentang siapa yang salah. Tetapi tentang bagaimana kita memastikan agar pelayanan kesehatan di Kepulauan Riau semakin aman, manusiawi, profesional, dan berpihak kepada keselamatan pasien.
Saya mendorong agar kasus ini tidak berhenti hanya pada penyelidikan terhadap satu peristiwa. Mari kita jadikan momentum untuk evaluasi menyeluruh terhadap penerapan pelayanan kesehatan, mulai dari standar operasional prosedur, komunikasi antara dokter dengan pasien dan keluarga, pemberian obat, pemantauan pasien pascaoperasi, mekanisme informed consent, respons terhadap kondisi darurat, hingga sistem pengawasan dan pelaporan apabila terjadi kejadian yang tidak diharapkan.
Tenaga kesehatan harus kita hormati. Rumah sakit harus kita dukung. Tetapi keselamatan pasien harus ditempatkan di atas segalanya. Kita tidak boleh membangun suasana yang membuat tenaga kesehatan takut memberikan pelayanan. Namun kita juga tidak boleh membangun sistem yang membuat keluarga pasien merasa sendirian ketika menghadapi persoalan medis.
Karena itu, saya mengajak seluruh pihak—keluarga, rumah sakit, tenaga medis, organisasi profesi, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat—untuk bersama-sama mengawal persoalan ini dengan kepala dingin dan hati yang jernih.
Jangan jadikan kematian Dewi sebagai bahan saling menyalahkan. Jadikan ini sebagai momentum untuk memperbaiki sistem.
Jika ada kesalahan, perbaiki dan pertanggungjawabkan. Jika ada kelalaian, evaluasi dan cegah agar tidak terulang. Jika ternyata seluruh prosedur telah dijalankan dengan benar, sampaikan kebenaran itu secara transparan. Karena pada akhirnya, yang kita perjuangkan bukan hanya keadilan untuk Dewi Sartika Sitinjak.
Kita sedang memperjuangkan agar setiap orang yang masuk ke rumah sakit—siapa pun dia, dari keluarga mana pun dia, dan dalam kondisi ekonomi apa pun—memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, manusiawi, dan bermartabat.
Atas nama Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepulauan Riau, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Dewi Sartika Sitinjak. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan.
Dan semoga proses penyelidikan mampu menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Karena bagi keluarga yang kehilangan, mereka tidak hanya membutuhkan kata-kata penghiburan. Mereka membutuhkan kepastian, keadilan, dan jawaban. Dan bagi kita semua, kematian Dewi harus menjadi pengingat:
Satu nyawa terlalu berharga untuk diabaikan. Satu kejadian harus menjadi pelajaran. Dan satu kebenaran harus diperjuangkan. (NS)












































































